Lebaran di Quebec

 

Seperti juga lebaran di negeri lain yang minim penduduk muslim,  lebaran di Cikebek juga terasa kurang ‘greget’. Tak terdengar suara takbir pasca sholat ashar di hari terakhir ramadan, tak ada mamang-mamang penjual selongsong ketupat di pinngir jalan, pun tak ada kenaikan harga daging, ayam, telur dan pete (catet, pete! hahaha). Dan yang pasti, tak terdengar bunyi mercon yang memekakan telinga, hehehe..

Semua berjalan seperti hari biasa. Pagi ketika kami akan menuju stadion kampus untuk sholat ied pun, jalanan nampak lengang. Tak terlihat sehelai spanduk pun yang menampakkan ucapan selamat hari raya ataupun pengumuman lokasi sholat ied.

Pukul 6.15 kami berangkat dari rumah. Sepi karena memang masih cukup pagi untuk beraktifitas di Cikebek. Mendekati stadion, mulai terlihat manusia berbondong-bondong. Ketika masuk ke dalam stadion, ada rasa haru. Takbir berkumandang. Perlahan sof mulai dipenuhi warga. Sekitar pukul 7, ada sambutan dari perwakilan Provinsi Cikebek dan Pemerintah Federal. Berhubung dalam bahasa Perancis, saya hanya manggut2 saja..hahaha…

Usai sholat ied, khotbah disampaikan dengan dua bahasa, Bahasa Arab dan Bahasa Perancis. Lagi-lagi saya hanya mengamini keduanya *selfpukpuk, hahaha… Ya sudahlah saya pasrah yaa.. Khotbah sayup-sayup terdengar merdu di telinga saya, sementara mata saya juga memperhatikan anak-anak yang bermain di depan saya. Mereka sepertinya mengenakan baju baru. Ada gadis kecil yang mengenakan pakaian ala putri yang menggembung di bawah, lengkap dengan sarung tangannya. Ada juga yang mengenakan pakaian pakaian khas negaranya.

 

Sebagian jamaah ‘kabur’ sebelum khotbah selesai. Dari cerita Devi, mereka tergesa-gesa untuk segera masuk kerja. Wot? Iyes temans, disini hari raya idul fitri belum masuk libur nasional. Jadi, buat mereka yang tidak bisa cuti, solusinya ya setelah sholat ied masuk kerja seperti biasa.

Setelah khotbah selesai dan cipika-cipiki salim-salim, kami bergegas pulang. Hari lebaran itu kami mengundang beberapa teman untuk berkumpul dan menikmati lebaran ala Indonesia. Teman2 yang kami undang dari Indonesia (3), Haiti (1), Kenya (1), Tunisia (1) dan Maroko (1). Ga banyak, tapi hamdalah lumayan rame dan berasa lebarannya 😀

Ini cerita kami lebaran pertama di Cikebek. Semoga tahun depan lebih rame dan lebih seru yaaa 😉

Eid Mubarak! Taqaballahu minna wa minkum, taqabbal yaa kariim..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s