Weekend Trip – Part 2

Ternyata istiqomah nulis perlu perjuangan yaaa 😎 Ini cerita weekend trip kayanya bisa bersambung sampai tahun depan, hehehe.. Okelah mumpung masih inget dan ada mood menulis, mari kita lanjutkan cerita jalan-jalan dadakan 2 minggu  yang lalu di tempat wisata sepanjang Sungai St. Lawrence (Pulau Orleans – La Malbaie).

whatsapp-image-2016-09-11-at-07-32-33

Jadi, setelah dari Pulau Orleans, kami melanjutkan perjalanan lagi. Tapi karena kebetulan melewati obyek wisata lagi, kami pun mampir lagi. Kali ini mampirnya ke Gereja Sainte-Anne-de-Beaupré yang bersebelahan dengan Cyclorama de jérusalem.

Kami ke Cyclorama de jérusalem terlebih dulu, penasaran ceritanya. Kata teman, itu adalah sebuah sinagog. Ternyata bukan. Itu adalah museum yang didalamnya ada diorama kehidupan di Jerussalem ratusan tahun yang lalu. Untuk tur selama 20 menit, pengunjung dewasa bisa masuk dengan tarif CAD 11. Tapi kami cuma punya waktu 15 menit untuk kedua tempat.Yasud, karena waktunya terlalu mepet, akhirnya kami ke Gereja Sainte-Anne-de-Beaupré. Kebetulan ada semcam festival musim panas disana. Ada berbagai stand kerajinan handmade, bank, aneka jajanan dan permainan anak.

whatsapp-image-2016-09-11-at-05-05-54

Gereja Sainte-Anne-de-Beaupre

Ternyata gereja ini selalu ramai dikunjungi peziarah. Konon kabarnya mereka yang sakit parah dan kemudian kesini, lalu sembuh total. Ada banyak kruk, kursi roda, dll yang dipasang di 2 pilar besar sebagai tanda kesembuhan mereka. Setelah berkeliling gereja, kami pun segera melanjutkan perjalanan.

Lagi-lagi kami melewati tempat yang sayang untuk dilewatkan. Kali ini kami akan mampir ke sebuah air terjun di kawasan Mont-Saint-Anne. Pada musim dingin, Mont-Saint-Anne ini menjadi salah satu tempat ski di Cikebek. Dari jauh terlihat track ski yang bikin kaki saya lemes, hahaha.. Tinggi yaaa 🙈

Nah, di kaki Mont-Saint-Anne (Mont = gunung), ada sebuah air terjun bernama Chute Jean-Larose. Untuk mencapai air terjun ini kita harus sedikit berjalan menyusuri hutan. Ada beberapa tingkat air terjun dan semuanya cakep-cakep 😍 Untuk menuju air terjun utama kita harus menyusuri tangga yang cukup curam.

whatsapp-image-2016-09-11-at-05-12-30

Setelah bermain air yang segar dan duingin, kami kembali melanjutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan cantik, ladang-ladang gandum, kebun buah-buahan, dan yang pasti rumah-rumah lucu semacam di buku cerita yang saya baca waktu kecil 😍

Akhirnya kami sampai di Baie St Paul. Jadi, ini adalah semacam salah satu ‘pantai’ di Cikebek 😂 ‘Pantai’? Iyah, karena pada dasarnya Cikebek ga punya pantai yang sesungguhnya. ‘Pantai’ ini adalah daratan berpasir di pinggir Sungai St. Lawrence. Tapi karena sungainya besar dan ada beberapa pulau di antaranya, bolehlah kita sebut pantai yaa 😀

whatsapp-image-2016-09-11-at-05-37-21

Baie-St-Paul  juga terkenal sebagai kota seni. Jadi banyak galeri dan di pusat kota. Tapi karena pemahaman kami tentang seni terlalu cetek, kami pun memilih untuk ke kedai es krim 😂

Setelah puas berkeliling, kami pun beranjak menuju tujuan terakhir, La Malbaie-Charlevoix. Saya menyangka ini semacam pantai lagi. Ternyata saya salah. Tujuan kami adalah ke casino 🙈

Seumur-umur, ini pertama kali saya menginjakkan kaki di casino. Agak-agak katrok sih ya..hahaha…Kami berkeliling melihat-lihat aneka permainan, semacam Tour de Casino 😀

Tapi disini saya jadi tau kalau di Cikebek, judi adalah perbuatan legal. Hah? Iyah, tapi hanya bisa dikelola oleh pemerintah sebagai salah satu PNBP – Penerimaan Negara Bukan Pajak *pinjem istilah kita ya.. 😀 Ada 4 casino di seluruh Cikebek.

screen-shot-2016-09-11-at-5-58-18-am

foto: casino.lotoquebec.com

Konon daerah Charlevoix ini PAD-nya rendah. Kemudian pemerintah membuat Casino de Charlevoix pada tahun 2004 untuk meningkatkan PAD dan menyerap tenaga kerja. Casino ini juga menawarkan paket menginap di hotel Fairmont yang memang satu kompleks, bahkan ada free shuttle dari pusat kota Cikebek plus voucher game $10 😂

Disini saya ga berani ambil foto, security-nya semacam di pilem-pilem. Beda tipis sama body guard artis hollywood, berbaju serba hitam dan dilengkapi piranti komunikasi. Sembari tour, kami menimmati aneka minuman gratis (aneka jus, kopi & teh) yang bebas diambil sendiri *yeay!

Oya, kebanyakan pengunjung adalah oma-opa yang memang punya banyak waktu dan uang 😀 Kata teman, mereka bisa duduk seharian di permainan yang sama untuk mengadu keberuntungan. Dan saya hanya bisa melongo mendengarnya, hahaha..

Yak, dengan berakhirnya kunjungan di casino ini, kami pun bersiap pulang karena matahari sudah terbenam. Sampai jumpa di acara  jalan-jalan yang lain ya..

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s