Taman Nasional Jacques-Cartier

Sebelum berangkat ke Québec, saya dan suami sempat browsing, apa yang menarik disana. Ternyata di Québec ada banyak tempat untuk dikunjungi dengan aneka aktivitas yang menarik, mulai dari hiking, canoeing, kayaking, ski, ice skating, dll dengan pemandangan yang cantik.

Tempat-tempat nan cakep itu ada yang sepeda-able, tapi ada yang harus ditempuh dengan mobil. Disini transportasi umum kurang mendukung pergerakan. Selain mahal, mereka kurang menyentuh wilayah-wilayah ini 😅

screen-shot-2016-10-16-at-4-31-11-pm

Penampakan Taman Nasional Jacques-Cartier di situsnya http://www.sepaq.com/pq/jac/index.dot

Kemarin (Sabtu, 15 Oktober) akhirnya kami merasakan hiking di Québec. Hamdalah ada teman yang baik hati mengajak kami hiking ke Taman Nasional Jacques-Cartier. Di Provinsi Québec ini ternyata ada 24 taman nasional, 15 suaka margasatwa (wildlife reserves) dan 8 taman wisata (tourist resorts). Berarti masih banyak yang harus dikunjungi…hahaha *kode keras ke Ceu Putri 😆*

Sebelum berangkat, saya sempat cek cuaca di lokasi. Memeriksa cuaca adalah semacam kewajiban supaya tidak salah kostum, hehe.. Hari itu cuaca cukup cerah (dan sedikit mendung) dengan suhu antara -1ºC sampai 11ºC. Kami pun mengenakan pakaian yang cukup hangat, jaket windproof, serta membawa sarung tangan dan fleece 😅 

Kami berempat berangkat sekitar jam 9 pagi dan perjalanan sekitar 50 menit. Pemandangan di tol yang  cantik banget karena pepohonan berwarna-warni membuat perjalanan terasa cepat. Sesampai di gerbang masuk taman nasional, kita harus membeli tiket $8.5 untuk orang dewasa. Sementara anak-anak dibawah usia 18 tahun gratis. Dari gerbang masuk, kita masih harus berkendara sekitar 10 Km untuk menuju Visitor  Centre.

Memasuki gedung visitor centre, kita disambut beberapa petugas di meja reception. Disana nampak beberapa tamu sedang antri. Di sebelah kanan ada toko yang menjual aneka souvenir, mulai dari aneka boneka binatang sampai dayung (!). Sementara di sebelah kiri ada berbagai brosur informasi dan papan informasi yang didesain apik dan menarik. Selain itu ada fasilitas umum seperti toilet dan kursi-meja yang bisa digunakan untuk makan.

Dari informasi di visitor’s guide, ada 15 rute yang tersedia untuk hiking. Diinformasikan pula jarak, durasi, tingkat kesulitan dan lokasi keberangkatan. Setelah mengamati peta, kami memutuskan untuk hiking di trail Le Scotora. Di dalam booklet dijelaskan bahwa rute ini sepanjang 16 Km (PP), durasi sekitar 5 jam 15 menit, tingkat kesulitan ‘advanced’.

Agak ngeri-ngeri sedap ya, levelnya ‘advanced‘. Om Niko berpesan, “Nanti kalo capek, berhenti aja. Jalannya bakalan nanjak terus dan medannya terjal”. Perasaan saya jadi makin ga enak 😅

Beklah, mari kita berangkat  ke titik keberangkatan di Km 30 (artinya harus naik mobil lagi sekitar 20 Km). Dari titik keberangkatan, kita menyeberang jembatan kayu dengan pemandangan yang cantiiik

whatsapp-image-2016-10-16-at-07-40-53

pemandangan dari jembatan

Setelah melalui jembatan, kita berjalan menembus hutan yang didominasi pohon birch (Betula sp.) *kalau ga salah yaa.. dendrologi saya tiarap untuk species temperate 😂 Warna kuning yang membuat suasanya terasa seperti beneran musim gugur 😂

30064935040_2a2d72d4e4_b

Kemudian jalanan mulai menanjak secara konstan dan kemudian didominasi pohon cemara. Disini suasana terasa seperti di film Twilight saat adegan para vampir bertempur dengan para musang. Terlebih kemarin mendung-mendung gloomy. Lengkap sudah ya..

Setelah sekitar 5 Km kami memutuskan berhenti untuk makan siang di tepi sungai.

whatsapp-image-2016-10-16-at-06-28-28

tempat kami makan siang

Kami membuka bekal yang dibawa dari rumah. Ceu Putri & Om Niko membawa sandwich, sementara saya & suami membawa nasi, sambel goreng kentang-pete-ati, balado ikan asin dan perkedel tahu. Lengkap dengan alat makan dan alas duduk, hahaha.. Berasa piknik di gunung yaaa 😂

Setelah menikmati makan siang, kami melanjutkan perjalanan. Sepanjang jalan kami bertemu dengan beberapa dam/bendungan yang dibuat oleh berang-berang.

whatsapp-image-2016-10-16-at-06-27-46

Salah satu ‘danau’ hasil karya berang-berang

Menarik mendengar cerita tentang berang-berang ini. Mereka membangun dam sebagai tempat tinggal yang aman dari predator dan memudahkan mereka untuk mencari makan selama musim dingin. Nanti kapan-kapan saya cerita tentang ‘filosofi’ berang-berang yaa 😁

Sekarang kita kembali berjalan menuju Mont Adante yang merupakan akhir dari rute Le Scotora. Untuk mencapai Mont Adante, dari jalan setapak tadi kita harus berbelok dan melewati jalan kecil yang agak menurun sekitar 30 meter. Saat tiba di lokasi, kita diberi pemandangan musim gugur yang cantik. Lelah mendaki terbayar lunas 😍

Mont Adante luasnya sekitar 6 x 8 meter. Tersedia 3 bangku kayu untuk beristirahat. Saat kami tiba, ada beberapa orang tengah menikmati pemandangan sembari menikmati makan siang (yang sudah pasti bukan berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya 😁).

Meski terletak di ketinggian ±800 mdpl, tidak ada pagar pengaman 😁 Jadi, kita harus berhati-hati saat berfoto-ria.

29730331123_74b6d531ae_b.jpg

Setelah istirahat dan mengambil foto, kami pun bersiap pulang. Kembali menikmati pemandangan cantik sepanjang jalan, sembari berharap bertemu dengan berang-berang yang sedang membangun bendungan. Tapi ternyata kami kurang beruntung. Hingga tiba kembali di tempat parkir, tak satupun berang-berang berhasil kami temukan. Mungkin kami harus mencoba keberuntungan di taman nasional yang lain *ehm, kode lagi 😆

Okay, sampai jumpa di perjalanan di tempat menarik yang lainnya ya 😊

PS: Terima kasih Ceu Putri & Om Niko yang sudah mengajak kami menikmati cantiknya Taman Nasional Jacques-Cartier. Jangan kapok yaaa 😁

whatsapp-image-2016-10-16-at-06-28-54

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s