Teror Penembakan di Masjid Québec

Baru saja PM Kanada Justin Trudeau mengumumkan dukungan terhadap para pengungsi, sehari kemudian terjadi teror penembakan di Masjid CCIQ (Centre Culturel Islamique de Québec), Québec City.

screen-shot-2017-01-30-at-5-18-36-pm

Tentu saja ini mengejutkan semua orang. Kanada secara umum adalah negara yang terbuka, aman, tentram, damai, sentosa. Kanada menerima ratusan ribu pengungsi Syiria dan negara lain. Selain itu, Kanada juga merasa keragaman komunitas adalah sebuah nilai lebih.

Saya memang baru 7 bulan tinggal di Québec. Saya perempuan dan berkerudung. Meski menurut beberapa orang Québec termasuk  provinsi paling rasis se-Kanada, tapi saya tidak pernah mendapat perlakuan negatif.

Sampai Minggu malam, 29 Januari, kami dikejutkan dengan berita penembakan di masjid yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal kami. Kebetulan malam itu saya sedang online di FB, lalu muncul video live dari page masjid CCIQ.

Kami mencoba mencari informasi dan sedikit demi sedikit bermunculan di koran dan TV lokal. Penembakan oleh satu orang mahasiswa yang menewaskan 6 orang dan belasan luka-luka. Hal yang membuat saya dongkol, si pelaku melafalkan takbir sebelum melepaskan ke tembakan ke orang-orang yang sedang sholat isya berjamaah 😓😓

Tapi saya salut dengan pemerintah dan warganya. Pelaku tertangkap di malam yang sama  (karena pelaku menyerahkan diri juga siy) dan pemerintah yang langsung mengambil sikap dan menyatakan ini adalah aksi teroris (meskipun pelakunya orang Québec).

screen-shot-2017-02-07-at-3-14-11-pm

Om Justin Trudeau (yang ganteng itu *penting!* 😆⁠⁠⁠⁠ ), keesokan hari langsung terbang ke Québec dan bergabung di aksi solidaritas warga bersama jajaran pemerintah provinsi di gereja yang letaknya berseberangan dengan masjid. Ribuan warga juga berbaur menjadi satu, menyalakan lilin, meletakkan bunga & boneka di sekitar TKP.

16300244_10154976880417241_4128561204640296561_o-1

Teman-teman warga Québec yang mengenal saya & suami juga menghubungi kami, menanyakan keadaan kami dan apakah kami memerlukan bantuan. Jika iya, maka mereka siap membantu. Duh, terharu yaa..

Yang lebih mengharukan lagi, waktu sholat jumat kemarin baik di Québec atau provinsi lain, masjid-masjid dijaga oleh warga non-muslim. Beritanya bisa dilihat disini. Kata suami, di kampus dijaga oleh 2 polisi. Mereka datang saat masih khotbah dan meninggalkan masjid saat sholat jumat selesai.

Sebagai minoritas, disini saya merasa aman dan nyaman. Tapi saya jadi agak miris ketika melihat berita di tanah air. Konon warga Indonesia sangat menjaga toleransi. Tapi berbeda pendapat, langsung unfriend. #eh 😬

Eniwei, alhamdulillah situasi dan kondisi di Cikebek sudah kembali normal. InsyaAllah kejadian ini adalah yang pertama dan terakhir.. Aamiiin..

*dan sayup-sayup terdengar lagu Imagine-nya om John Lennon

Imagine there’s no countries
It isn’t hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion, too
Imagine all the people..
Living in a peace..

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s