Kangen (n)Thesis

Gegara ada teman yang heboh nesis, saya jadi bertanya-tanya. Dulu saya seheboh itu ga ya? 😂

841079_10151490229159314_782772576_o

Mengingat thesis ini antara mengorek luka lama (karena ga puas sama si thesis) sekaligus kangen prosesnya yang (waktu itu) pedih dan (sekarang) lucu 😂

Dengan kondisi kecerdasan pas-pasan dan basa enggris tiarap, tentu saya perlu tenaga ekstra untuk mengerjakan thesis. Alhamdulillah dua pembimbing saya semuanya ganteng. Jadi, saya selalu semangat buat ketemu mereka, melaporkan perkembangan si thesis *lah? 😆

Walaupun ganteng, keduanya sering tak sejalan. Si prof A, pengen ke kanan. Sementara mas Prof B pengen ke kiri. Walhasil pasca bertemu dengan pembimbing, saya selalu demotivasi. Sisa hari itu saya habiskan dengan makan es krim dan kehilangan setengah kesadaran 😂

Sampai pada suatu ketika saya punya ide brilian. Mempertemukan kedua profesor ini! Kalau konsulnya satu-satu, selalu berbeda pandangan. Lalu saya jadi pusing karena harus mengakomodir masukan mereka. Nah, dengan mereka bertemu, saya berharap mereka bisa konsolidasi dan punya satu arahan.

Ternyata…. iya sih satu arahan. Tapi kalo dulu A + B = ???? Setelah mereka bertemu jadi A+B = ABCD. Alias makin kompleks…ahahahaa.. Duh Gusti, salah strategi 😂😂😂😂

Urusan statistik, saya angkat bendera putih. Apalagi si Prof meminta saya menggunakan program R yang mana kudu sangat teliti (sementara saya sangat ceroboh). Lalu urusan data spasial, software, dll.. saya buta. Bahasa enggris saya pun berantakan😂. Tapi alhamdulillah banyak teman yang membantu.

965868_10151680282064314_1026796920_o

Meski banyak bantuan, ada banyak godaan kala mengerjakan thesis. Mulai dari siaran radio PPI, bebakaran (krn pas musim panas), baking (iya, mendadak aktivitas di dapur tampak menggiurkan), latihan tari atau kumpul2 warga PPI 😂😂

Lalu kadang ada galau akademik. Salah satunya galau pasca bertemu pembimbing. Biasanya selain makan es krim, saya perlu waktu sendirian. Kadang saya sepedaan menyusuri sudut-sudut kota. Atau cukup duduk di kebun raya. Meratapi keputusan, “kenapaaa.. udah enak-enak kerja, malah nyiksa diri pake sekolah?” 😆😆

965180_10151677624589314_1988178040_o

Salah satu sudut kebun raya

Selain godaan-godaan ga penting itu, kala itu saya masih punya hutang ujian satu mata kuliah wajib yang buat saya susahnya ga kira-kira. Hafalan dan hitungan dijadikan satu. Saya lemah di hafalan dan rusak dalam hitungan 😂 *ngapain sekolaaaah?

Ujian itu menjadi yang ketiga buat saya.. alias ngulang 😂. Kalau saya ga lulus ujian ini, maka sia-sia perjuangan saya siang-malem ngerjain thesis. Walhasil saya juga harus berjuang untuk lulus, sambil mengerjakan thesis.

859068_10151514039914314_1201160964_o

Plus, di detik-detik terakhir, paaas banget bulan Ramadan yang durasinya cukup panjang. Hari pertama, shubuh jam 2.53 pagi, maghrib 21.38 dan isya 23.44. Pokoknya rasanya nano-nano 😂 Siang yang panas dan panjang, puasa, ujian dan thesis.

Alhamdulillah semua sudah terlewati. Ujian lulus dengan nilai 2,4 (di Jerman nilai tertinggi 1,0). Udah sujud syukur dapet nilai segitu, ahahah 😂 Thesis juga nilainya ga jelek2 amat, meski ga sempurna.

Kalau ingat semua itu, ada rasa kangen juga… hahaha.. Kangen tantangan menyelesaikan misi, kangen mojok di biblio, kangen begadang sambil ngemil *eh #modus

Jadi kesimpulannya? Sekolah lagi???

*lalu diam, hening, dan pelan-pelan kabur 😂

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Kangen (n)Thesis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s