Sekolah (lagi) di Québec?

Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh teman-teman setelah tahu saya akan menemani suami untuk melanjutkan studi di Kanada. Saya sempat galau level arwah 😅

2016_0724_03102200

Sebelum memutuskan untuk sekolah (lagi) atau tidak, seperti biasa saya mengumpulkan informasi sebanyak mungkin

Biaya Sekolah

FYI, untuk biaya sekolah setingkat universitas di Québec ini ada perbedaan berdasar status kependudukan: warga Québec, warga Kanada, dan internasional (selain keduanya). Loh, Québec beda dengan Kanada? Ahahaha…begitulah 😅

Biaya yang diperlukan untuk satu tahun pertama studi master:Screen Shot 2018-02-18 at 4.43.16 PM

Sementara untuk doktoral:

Screen Shot 2018-02-18 at 4.48.31 PM

Informasi selengkapnya mengenai biaya studi di Cikebek ini bisa dilihat di situs masing-masing universitas. Kedua tabel di atas saya rekap dari situs Universitas Laval.

Oya, biaya di atas masih perlu ditambah biaya hidup (tempat tinggal, transportasi, konsumsi, telekomunikasi, dll).

Karena saya belum punya teman yang studi S1, jadi saya ga akan bahas di sini ya.

PhD

Lowongan beasiswa PhD disini cukup banyak. Salah satu yang jadi pertimbangan saya adalah topik penelitian.

Saya ingat betul saat supervisor saya menawarkan topik penelitian PhD. Saat itu saya sedang menyusun thesis. Beliau tahu betul, saya kurang suka topik itu. *Trus kenapa ditawarin?  Mungkin beliau ngetes aja😅

Waktu itu saya ragu-ragu. Mau bilang iya, tapi ga terlalu suka. Mau nolak, kok sayang kesempatan PhD ditolak..ahaha… ga mau rugi 😆
Akhirnya beliau bilang, “PhD is your life. Kalau kamu ga suka topiknya, kamu bakalan tersiksa paling tidak selama 4 tahun“. Bersyukur supervisor saya ga maksa yaa..

Nah, pesan itu pula yang saya ingat sampai sekarang, sebelum memutuskan akan sekolah atau tidak. Selama beberapa bulan saya mencari informasi lowongan PhD yang sesuai dengan ‘keinginan’ saya. Tapi ternyata sampai tulisan ini diturunkan, belum ada… ahahaha 😂⁠⁠⁠⁠

Selain itu, PhD masih harus tetap mengambil kelas. Hampir semua kelas disini dalam Bahasa Perancis. Pakai Bahasa Indonesia saja nilai saya pas-pasan. Dengan level prancis yang tak juga beranjak dari level basic, saya angkat kaki kalau diminta sekolah dengan bahasa ini 😅

Master

Setelah mundur perlahan dari niatan PhD, ada kawan yang bertanya, “Kenapa ga ambil master lagi aja?”

Sayang sekali untuk pelajar dari Indonesia tidak ada beasiswa dari universitas untuk level master. Pun dari LPDP, Universitas Laval belum masuk ke dalam daftar. Untuk bayar sendiri, melihat rincian biayanya aja saya jiper. Mending buat nyicil beli kebon sebelah 😅
UPDATE! Meskipun belum masuk daftar LPDP, jika sudah mendapatkan LoA, kita bisa tetap mengajukan beasiswa ke LPDP. Tapi sedikit lebih ribet ya, misal minta surat ke KBRI setempat (pers kom, dengan teman awardee LPDP).

Mengukur kemampuan

Enam bulan memantapkan hati, sepertinya saya lebih baik tidak sekolah lagi. Mungkin banyak yang menyayangkan keputusan saya (1) selagi di LN dan (2) banyak peluang PhD.
Tapi saya menyadari kemampuan saya dalam segala hal. Menejerial waktu, pikiran dan tenaga. Plus badan yang rasanya makin hari makin renta 😂

Alhamdulillah sekarang sudah mantab untuk ga sekolah dulu. Mungkin nanti, kapan-kapan kalau ada kesempatan lagi, ada topik yang menarik, ga harus pake belajar bahasa dulu, trus ga harus >5 tahun, bisa dipertimbangkan *kebanyakan syarat 😂

Demikian pertimbangan saya untuk memutuskan sekolah lagi atau tidak. Tapi kalau  memang mau dan mampu, disini peluang terbuka luas 😊😊⁠⁠⁠

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s