Mondo Karnaval 2018

Aiiih, kaya udah dipenuhi sarang laba-laba blognya.. udah lama ga apdet..hehehe.. Maklumlah, si mamak ini lg sibuk antara kerja, ngurus rumah daaan… nyiapin Mondo Karnaval! *cieeeh, sok sibuk beud..
Dan alhamdulillah, Mondo-nya sukses, ga sia-sia perjuangan warga Indonesia yang hanya beberapa gelintir ini 😂

Seperti biasa, Mondo Karnaval diselenggarakan selama tiga hari di akhir pekan pertama bulan September (Sabtu-Senin). Kenapa sampai Senin? Iyah, karena Senin pertama di bulan September adalah hari pekerja alias labor day. Jadi, semacam long weekend deh. Oya, Mondo Karnaval ini selalu digelar di Taman Cartier Brebeuf, di wilayah Kecamatan Limoilou, tepat di samping sungai St. Charles.

Nah, tahun ini kami kembali ikut pawai, pameran budaya dan menari di panggung. Alhamdulillah di hari H,  warga Indonesia dari pelosok Québec berdatangan. Jumlahnya sekitar 35 orang, termasuk anak-anak 😂 *iyah, ini udah prestasi banget buat kota Cikebek

40840149_10156707248157164_3514716624743563264_o

Suasana pawai (foto:Ray Bolang/CICAQ)

Setahun sekali berasa jadi artis, dadah-dadah dan jadi obyek foto sepanjang jalan 3e Avenue 😆 Kapan lagi yekaaan, dipoto-poto sama ribuan orang yang menunggu barisan pawai dari 45 negara. Sesekali kami menari tor-tor, sajojo, dan yang paling seru goyang maju-mundur, hihihi… Tak lupa kami juga sesekali goyang dayung diiringi lagu ‘Lagi Syantik’, ahahaa… mumpung ga ada yang kenal, kami pun dengan suka rela beratraksi di jalan raya 🤪😎

Selain pawai, ada pameran budaya. Berdasar pengalaman tahun sebelumnya, banyak pengunjung yang bertanya mengenai destinasi wisata dan kami hanya berbekal peta di brosur dari KBRI. Agak susah ya kalo petanya kecil 😅. Maka tahun ini kami membuat peta segede bagong 😆. Lebih dari separuh meja, diisi oleh peta..ahahaha..

WhatsApp Image 2018-09-03 at 17.24.06

Nah, supaya penjelasan lebih menarik dan interaktif, dibuat semacam kuis dengan tiga tema: flora-fauna, landmark dan pakaian tradisional. Cara mainnya, peserta diberi waktu 30 detik untuk melihat foto yang tertempel di peta (sesuai dengan daerah asalnya), lalu foto diambil, dan mereka dipersilakan untuk menempel kembali. Alhamdulillah cara ini cukup efektif…hihihi.. ☺️

WhatsApp Image 2018-09-03 at 17.23.57

Oya, ada 11 daerah yang dijadikan ‘obyek pameran’, yaitu Sumatera bagian utara (danau toba, pakaian batak mandailing, harimau sumatera), Sumatra Barat (rumah gadang, pakaian minang, bunga raflessia), Sumatera bagian selatan (candi muaro jambi, pakaian lampung, gajah sumatera), Jawa bagian barat (monas, pakaian betawi, bunga titan arum), Jawa Tengah & DIY (candi borobudur, pakaian jogja, elang jawa), Bali (Pura, pakaian & jalak bali), NTT (Wae Rebo, pakaian rote, komodo), Kalimantan (rumah betang, pakaian dayak, orangutan), Sulawesi bagian utara (bunaken, pakaian gorontalo, yaki), Sulawesi Selatan (rumah tongkonan, pakaian bugis, maleo), Maluku (pantai ora, pakaian maluku, cengkeh), Papua (rumah pohon korowai, pakaian papua, cendrawasih) 😇

Di meja pameran, selain peta kami juga memajang globe yang sudah ditandai lokasi Québec dan Indonesia. Untuk yang belum tahu di mana Indonesia, rata-rata kaget, “Waaaah, jauh yaa?!“, ahahaha… iyes, 30 jam naik pesawat yaa…

Oya, untuk peserta kuis, mereka bisa memilih hadiah aneka souvenir khas Indonesia seperti gantungan kunci batik, kipas, atau magnet 😊

Hari Minggu sore, kami mendapat giliran menari di panggung. Seperti tahun lalu, tanggal 2 September diguyur hujan lumayan deras. Alhamdulillah sore hari agak reda. Meski panggung agak basah, the show must go on. Hihihi.. kan udah latihan, udah dapet kostum dari KBRI, dan udah didandanin, sayang banget kalo ga jadi 😅

WhatsApp Image 2018-09-03 at 17.23.25

Tari Likok Pulo (Foto: Ray Bolang/CICAQ)

Tahun ini kami menampilkan tari Likok Pulo dari Aceh. Kebetulan ratusan purnama yang lalu pernah nari ini di benua biru. Alhamdulillah, meski latihan nari di sela-sela jadwal teman-teman yang cukup sibuk, penampilan cukup sukses. Penonton rela berhujan-hujan *terharu 😚😚

Saat jauh dari tanah air, hal semacam ini membuat saya semakin bangga menjadi orang Indonesia. Jadi makin pengen ‘pamer’ bahwa kita ini negara kepulauan yang sangat beragam, kaya budaya dan punya alam yang indah 😇. Terlebih saat pengunjung pameran takjub mendengar bahwa kita punya 17 ribu pulau (iya sik, jumlah tepatnya masih debatable, hihihi), kita punya >730 bahasa lokal, komodo adalah reptil terbesar dan raflesia & titan arum adalah bunga terbesar di dunia *langsung congkak, hihihi…

Terima kasih untuk KBRI Ottawa, warga CICAQ (Communauté Indonésienne et sa Culture à Québec) se Cikebek Raya, dan teman-teman dari Montréal untuk semua dukungan, doa dan semangat 😇🙏
Sampai jumpa di cerita Mondo Karnaval 2019 😄

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s