Living in Quebec

Mondo Karnaval 2019

Ihiy, ga berasa udah Mondo Karnaval lagi. Acara pamer budaya terbesar di kota kibek ini memang selalu dinantikan…hihihi.. Kapan lagi bisa pamer Indonesia yang super kaya budaya & sumber daya alam yekaaaan?! Kali ini Mondo dilaksanakan sejak 31 Agustus – 2 September 2019.

Tim Indonesia di parade Mondo Karnaval 2019 ©Ray Bolang

Awalnya kami agak kurang semangat. Rencana hari pertama hanya akan ikut pawai dan hari kedua kami akan pameran. Maklum, saya ga ada ide mau bikin apa. Kalau materi pameran sama seperti tahun lalu, semua bahan sudah ada.

Tapi seminggu sebelum acara, tiba-tiba ada kabar Pak Dubes akan hadir. Jreng-jreng! Pasti beliau pengen liat-liat pameran kita dong ya.. masa bilang, “Pak..pak.. besok aja ke sini lagi” 😅Akhirnya rencana berubah: hari pertama pameran sampai jam 2, lalu ikut pawai. Hari kedua tetap seperti rencana awal.

Saya yang ada ide bikin poster (tapi sempat angot-angotan), akhirnya mulai menggambar aneka kostum tradisional Indonesia. Suami ga mau kalah: bikin wayang raksasa! 😂

Beberapa hari menjelang hari H, mendadak Pak Dubes harus membatalkan jadwal kunjungan ke Quebec karena ada panggilan mendesak ke New York. Baiklah Paaak.. semoga kapan-kapan bisa mampir ke sini yaaa 😊

H- 1 warga berkumpul di kampus untuk mengambil kostum yang dibawakan oleh tim KBRI dan latihan tari untuk parade. Sembari menunggu tim KBRI yang terjebak macet, kami nyemil2 siomay, jagung rebus, mie goreng & lumpia dulu..hihihi..(tp ga sempat difoto,keburu diserbu 😅)

Latihan goyang maumere di kampus (foto: bu ketu CICAQ)

Keesokan harinya, kami siap mewarnai Mondo Karnaval dengan pakaian adat Sumatra Barat, Lampung, Betawi, Madura, Solo, Bali, NTT, Minahasa, Dayak, dll.

Tahun lalu, sepanjang jalan kami menari tor-tor, sajojo dan maju mundur. Tahun ini ini masih ada maju mundur, tapi lebih banyak goyang maumere..ihiiiy!! Hasil latihan kilat bersama Mas Eko (Bapak Guruuru tari dari KBRI Ottawa) semalam sebelumnya. Alhamdulillah tahun ini penontonnya lebih rame. Kami punya SOP: hanya menari saat banyak penonton. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada titik kosong yang bisa dipakai istirahat (jalan tanpa menari). Tapi ternyata tahun ini hampir ga ada titik kosong sepanjang hampir 2 km. Walhasil kami pun menari nyaris non-stop sepanjang jalan…hihihii…

salah satu formasi goyang maumere (foto: nico/CICAQ)

Meski betis terasa panas, jemari kaki ngilu, melihat antusiasme penonton, semua itu kami tak hiraukan *tsaah!! Usai pawai, pasukan disambut arem-arem, donat dan lemper jogja!!

Oya, tahun ini saya dan suami mengenakan pakaian pengantin solo. Tapi ga ada kondenya. Karena baru tau beberapa jam sebelum pawai, kami putar otak, gimana cara bikin konde. Alhamdulillah di rumah ada beberapa koleksi blangkon. Voila!!!! Blangon dibungkus jilbab, jadi konde ala-ala 😆

konde wanna be (foto: Mbak Lea/CICAQ)

Lalu, pameran apa kabaaar? Penampakan 11-12 tahun lalu. Tapi ada beberapa tambahan: aneka kopi Indonesia, bumbu asli indonesia, poster dan tentu saja si petruk. Alhamdulillah pengunjung juga nyaris non-stop. Sampai untuk break makan siang pun kami harus bergantian. Padahal udah bawa lontong sayur komplit, plus dapet kiriman churros dari KBRI. Awalnya kami berencana tutup pukul 4 sore. Iya Sis, bibir udah meniren, kaki juga masih pegel-pegel. Tapi apa daya, antusiasme pengunjung luar biasa 😂

Tiap mau tutup, “setelah tamu ini kita tutup ya”, eh.. ada lagi yang dateng. Gitu aja terus sampe jam 6 sore (waktu tutup tenda pameran), ahahaha… Alhamdulillah, meskipun tahun lalu sudah ada, pengunjung masih antusias ikut kuis mengenal Indonesia berhadiah kipas batik atau gantungan kunci. Bahkan ada seorang anak yang datang lagi sembari mengajak kakak dan dua sepupunya untuk ikut kuis, dan dia yang menjelaskan!! Yeayy!!

pengunjung yang sedang bermain mengenal indonesia

Apa kabar suasana di arena lainnya? Ternyata rame banget yaa.. Ada pameran lukisan (sayang ga sempat difoto), ada aneka stand souvenir khas Afrika, Amerika Selatan dan Quebec.

Selain itu, tentu ada stand aneka makanan

Stand makanan khas Afrika Barat
Stand churros

Ada panggung utama yang selalu pengunjung. Panggung ini letaknya di arena utama, dikelilingi aneka stand makanan. Jadi, sembari nonton pertunjukan musik dan tari dari berbagai belahan dunia, penonton bisa sekalian kulineran. Senang dan kenyang!!

panggung utama

Lalu ada panggung kecil juga di ujung deretan stand souvenir. Tahun lalu kami manggung di sini…hihihi..

panggung kecil

Selain panggung, stand makanan dan barang, ternyata ada permainan juga. Penasaran, saya pun mencoba. Sebut saja permainan ini ‘hujan duit’ 😆Jadi kita masuk ke dalam kotak kaca, di dalamnya ada uang mainan dengan berbagai tulisan. Nah, kalo kita bisa menangkap uang dengan simbol kado berpita, kita akan dapat hadiah. Setelah pintu ditutup, ada angin dari bawah. Jadi uangnya semacam beterbangan, dan kita ga boleh menunduk. Dari dua genggam ‘uang’ yang saya dapat, ada 3 yang bergambar kado. Ada beberapa hadiah yang bisa dipilih: tas belanja, bandana dan frisbee.

‘hujan duit’

Ada pula stand kegiatan beladiri, seperti karate.

Jadii… kesimpulannya tahun ini lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu pawai juga lebih heboh, tentunya lebih gempor dan di pameran meniren 😆Tapi kami semua bahagiaaa..

speaker KBRI

Terima kasih untuk KBRI Ottawa untuk pinjaman kostum dan speaker baru nan membahana. Ga kalah sama speaker raksasa barisan negara lainnya 😂

Sampai jumpa di Mondo Karnaval tahun depan yaa 🇲🇨🥰🇨🇦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s