Gara-Gara Corona (part 3)

Ya Allah, udah lama banget ga melipir ke sini. Alhamdulillah masih sehat, walo sempat teler pasca vaksin ketiga minggu lalu 😅

Udah dua tahun ya, Sis, pandeminya. Masih inget banget pas covid masuk ke Kanada dan shutdown di Quebec. Jalanan jadi sepi, antrian masuk ke toko-toko karena ada pembatasan jumlah pengunjung, dan mamak dirumahkan dari kantor 😌

Continue reading Gara-Gara Corona (part 3)

Menutup 2021

Jumat 31 Desember sekitar pukul 5.30 pagi ponsel saya bergetar menandakan ada telpon. Nama salah satu sahabat saya muncul. Perasaan saya langsung mengatakan – ada sesuatu yang terjadi. Bukan kebiasaannya menghubungi via telpon sepagi itu.

Dan ketika sambungan telpon terhubung, ia mengabarkan, sahabat kami yang sedang berjuang melawan kanker payudara berpulang. Saya terhenyak mencoba mencerna kalimat itu. Agak susah diterima karena dua hari sebelumnya sudah membaik. Beberapa detik kemudian, barulah tangis saya meledak…

Sungguh cepat semua terjadi.. Masih segar di ingatan saya, bagaimana kami berburu informasi mencari dokter onkologi terbaik di Jogja. Hanya selang 10 bulan dari diagnosis, pertarungan itu harus berakhir paksa… Menutup 2021 dengan kabar duka 😔

Continue reading Menutup 2021

Cerita di Balik Cangkir Penyok

Saat itu masih awal pandemi, menjelang Ramadan tahun 2020. Saya berniat baik untuk keluar belanja ke toko asia untuk stok bumbu dan bahan makanan. Saat itu saya menggunakan jalur ‘belakang’. Eh?

Jadi, sejak dinyatakan shutdown, hanya toko-toko yang menyediakan perlengkapan esensial boleh buka. Itu pun dibatasi kapasitasnya sesuai dengan luas toko. Jadi, antrian panjang di toko bahan makanan atau apotek menjadi pemandangan yang lumrah. Alhamdulillah cuaca udah ga terlalu dingin.

Antrian supermarket sebelah rumah

Begitu pula dengan toko asia. Karena tokonya ga terlalu besar, antrian sejak sebelum toko dibuka sudah mengular 😅. Hamdalah mamak ini alumni toko itu ya… Bisa pesan ke teman yang kerja di sana secara japri, datang tinggal ambil & bayar 😋

Continue reading Cerita di Balik Cangkir Penyok

Laksa Bogor Mang Wahyu

Selama pandemi ini, bisa dihitung dengan jari berapa kali kami makan di tempat alias dine in. Saya super parno dan bawel soal ini 😅. Kalo diajak ketemu teman, biasanya saya pilih ketemuan di rumah kami. Kalo kepepet harus ketemu di luar, kalo bisa di Kebun Raya Bogor, wkwkwk… Iya, Sis.. cari tempat terbuka dan luas. Kalo diajak makan, saya juga mengajukan syarat cari tempat makan yang outdoor. Bawel bener kan yaaa 😅

Kedai Laksa Bogor Mang Wahyu

Tapi akhir pekan kemarin rasanya pengen jajan Laksa Bogor di Gang Aut. Saya belom pernah cobain, sementara suami udah ratusan purnama ga ke sana. Cus lah Minggu pagi-pagi kami ke sana, supaya ga penuh. Liat sikon sik. Kalau sepi, mungkin bakalan makan di sana. Kalau rame, ya bungkus aja yaa 😅

Continue reading Laksa Bogor Mang Wahyu

Gegar Budaya (lagi)?

Hihihi.. makin jarang update aja nih blog-nya. Iya nih, mamak lagi sibuk.. entah sibuk apa sebenernya ðŸĪŠ. Tiba-tiba pengen cerita, gimana proses adaptasi kami setelah hampir satu tahun di Bogor.

Dulu pas baru pulang dari Jerman, saya mengalami gegar budaya. Stres liat arus lalu lintas di Jogja yang kian semrawut. Perjalanan dari rumah ke kampus menemui beberapa titik kemacetan lumayan parah (untuk ukuran Jogja, sependek ingatan saya). Masih sering gagal move-on, pengen balik ke Yurop, ahahaha.. Apply beasiswa S3, alhamdulillah belom ditrima..wkwkwk.. Daftar buat ke Denmark, gugur di interview. Daftar ke Norway, udah ketemu calon spv, tiba-tiba mundur karena pertimbangan personal. Mau daftar ke Jerman, mentog di (calon) proposal…ahahaha… Ya udah sik, emang belom rejeki 😆

Continue reading Gegar Budaya (lagi)?

Yang Dikangenin dari Kanada

Ini pertanyaan yang banyak banget ditanyakan oleh teman-teman di Quebec. Setelah sekitar 9 bulan di Bogor, melihat-lihat lagi foto-foto selama di Kanada… ternyata ini yang bikin kangen:

Sepedaan menyusuri Quebec & piknik!

Selain menjadi sarana transportasi sehari-hari, buat kami sepedaan di akhir pekan itu menyenangkan. Ada banyak jalur sepeda yang bisa dipilih dan biasanya menghindari jalan raya yang ramai. Kalau sekiranya melewati jam makan siang, biasanya kami juga membawa bekal dari rumah, lalu piknik di taman 😋. Biasanya di taman-taman publik selalu ada bangku pikniknya. Nah, tinggal pilih deh mau sepedaan lewat taman mana.. hihihi.. Refreshing yang murah, meriah & sehat! 😜

Continue reading Yang Dikangenin dari Kanada

Kembali Lagi

Setelah enam bulan berlibur, alhamdulillah kami kembali bekerja pada saat yang hampir bersamaan ðŸĨ°

Suami bisa WFH, sementara saya hybrid. Saya harus hadir di sebuah workshop regional di Bali selama beberapa hari. Sebenarnya ini bukan hal baru. Sebelum ke Quebec, salah satu tugas saya adalah mengikuti workshop semacam ini. Apalagi memang ini di bidang yang sama persis. Yang membuat berbeda adalah (1) teman-teman satu tim jaman batu udah ga ada, alias udah ganti semua, dan (2) masih pandemi 😅

Continue reading Kembali Lagi

Au Revoir…

Wuaaaah… udah lama banget ga nulis 😅 Maklum, Sis.. Setelah tulisan terakhir, kami buru-buru cus pulang ke Indonesia. Jangan tanya gimana riweuhnya…wkwkwkwkk…

Masker + face shield harus selalu dipakai

Pulang di saat pandemi gini, udah pasti level keriweuhannya bertambah 😅. Cek klinik mana yang bisa tes covid untuk pelancong (dan harganya), mengajukan surat keterangan dari KBRI, memastikan persyaratan dari setiap maskapai (karena kami menggunakan 2 maskapai), sampai harus packing baju untuk ganti selama perjalanan & bekal makanan, karena belum pasti ada restoran yang buka saat transit.

Continue reading Au Revoir…

Officially PhD


Ternyata udah lama ga update yaaa… Iya nih, si mamak lagi riweuuh… Hamdalah ini udah mulai santai. Bisa nulis-nulis lagi deh..hehehe..

Sibuk apa sih, Maaaak? Menjelang akhir Agustus lalu, alhamdulillah setelah menunggu sekitar 3 bulan, Pak Suami mendapat kabar mengenai kapan sidang disertasinya. Karena pandemi, ia dan para juri harus memilih antara sidang di kampus atau sidang daring. Sementara Pak Suami sibuk menentukan jadwal dan metode sidangnya, saya sibuk memikirkan – humm.. nanti suguhannya apa aja ya? menu Indonesia apa yang mudah diterima-mudah dibuat-mudah dikemas krn pastinya ga boleh buffet 😆 Iya dong, bagi-bagi tugas. Biarlah dia memikirkan substansi, saya yang memikirkan konsumsi…hihihi…

Continue reading Officially PhD